Laman

Dana Iran Untuk Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ)

MTQ yang mulai dulu sampai sekarang banyak menemui kontra versi dan kesan yang kurang baik lagi lagi mendapatkan batu sandungan yang cukup besar dengan adanya gosip ada guyuran dana dari iran.
Musabaqah Tilawatil Qur'an MTQ Selain sudah banyak yang mengecam pendidikan dan cara baca alqur'an yang tidak benar masih ditambah dengan tudingan yang mengatakan bahwa MTQ sudah banyak mendapat guyuran dana dari iran.
dan kalau hal itu memang benar,maka tidak mustahil MTQ itu sebenarnya berfaham Syi'ah.
Namun tudingan tersebut di bantah oleh pengurus NU,berita selengkapnya bisa anda baca dibawah ini:
Badan otonom Nahdlatul Ulama, Jami`yyatul Qurra` Wal Hufazh, membantah dana untuk pelaksanaan MTQ Internasional yang digelar di Pontianak, 3--8 Juli, berasal dari Iran.
"Sekarang beredar rumor melalui SMS bahwa didanai oleh pemerintah Iran," kata Ketua Jami`yyatul Qurra` Wal Hufazh, Abdul Muhaimin Zein, saat pembukaan MTQ Internasional I di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak, Selasa malam.
Menurut dia, ada sejumlah sponsor yang mendanai perhelatan akbar di kalangan pondok pesantren itu, di antaranya Pemerintah Provinsi Kalbar, Bank Mandiri, dan Lyman Group.
"Jadi, ini sekaligus menepis rumor tersebut," katanya menegaskan.

Sekda Prov Kalbar M. Zeet Hamdy Assovie pernah menyatakan bahwa pemprov menyediakan anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk mendukung kegiatan tersebut. Berdasarkan data panitia, pembukaan MTQ Internasional akan dihadiri 40 tamu kehormatan, 1.500 tamu VIP, dan 2.500 santri seluruh Kalbar, dan 1.500 kafilah.
Wapres Boediono hadir dalam pembukaan didampingi Menpera Djan Faridz, Wamen Agama Nazaruddin Umar, Wamen PU Hermanto Dardak, Ketum PBNU Said Aqil Siradj beserta rombongan. Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tersebut digelar bersamaan dengan MTQ Nasional VII dan Munas IV Jam`iyyatul Qurra` Wal Huffazh untuk kalangan pondok pesantren dan Nahdlatul Ulama.

Peserta tidak hanya diikuti oleh negara-negara ASEAN, tetapi juga dari Timur Tengah dan Eropa. Negara lain yang sudah memastikan diri untuk ikut serta adalah Mesir, Irak, Suriah, Rusia dan Kazakhstan. Musabaqah Tilawatil Quran ini akan diikuti sekitar 1.500 orang dari 250 pondok Pesantren se-Indonesia dan 11 negara ASEAN.
Manakah yang benar?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar